

Di kampung kecil ini, warga tetap datang ke mushola meski bangunannya kian menua. Kayu tiang mulai keropos, lantai melemah, dan atap tak lagi sanggup menahan hujan. Namun tak ada pilihan, mereka tetap beribadah di bangunan yang tak layak ini

Saat hujan turun, air menetes ke dalam musholla. Plafon yang bolong dan genting yang rapuh membuat jamaah beribadah sambil menahan cemas, khawatir bangunan roboh kapan saja
Musholla Nurul Ikhlas dibangun bertahun-tahun lalu oleh tangan warga sendiri. Pada 2003, mereka sempat mengumpulkan kayu dan pondasi seadanya. Sayangnya, keterbatasan ekonomi membuat usaha itu terhenti hingga hari ini

Ramadhan segera tiba, saat musholla seharusnya menjadi tempat paling ramai untuk sholat berjamaah, tarawih, dan mengaji. Namun kondisi bangunan yang rapuh membuat warga, terutama anak-anak dan lansia, beribadah dengan rasa khawatir. Ibadah yang seharusnya khusyuk justru dibayangi rasa tidak aman
Yuk, jangan tunda kebaikan. Bangunan Musholla Nurul Ikhlas semakin rapuh dan membutuhkan bantuan segera. Sekali sedekah, pahala jariyahmu mengalir selama musholla ini digunakan untuk beribadah

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik