
Saat dunia memilih diam, jutaan warga Sudan berjuang melawan kelaparan setiap hari.
Astaghfirullah…
Di Sudan hari ini, banyak keluarga tidak lagi bertanya tentang masa depan. Mereka hanya bertanya satu hal yang paling sederhana: “Apakah hari ini kami bisa makan?”

Sejak perang saudara pecah pada tahun 2023, jutaan warga kehilangan rumah, pekerjaan, dan sumber makanan mereka. Ladang-ladang rusak, pasar berhenti beroperasi, dan jalur distribusi bantuan sering terhambat oleh konflik.
Akibatnya, kelaparan kini menjadi ancaman yang nyata dan mematikan.
Banyak orang tua terpaksa menahan lapar agar anaknya bisa makan lebih dulu.
Banyak anak tidur dalam keadaan perut kosong.
Bahkan tak sedikit keluarga yang harus bertahan hidup hanya dengan makanan seadanya selama berhari-hari.

Lebih dari 12 juta orang terpaksa mengungsi, hidup di tempat-tempat darurat tanpa persediaan makanan yang cukup. Dalam kondisi seperti ini, kelaparan bukan hanya menyiksa—tetapi perlahan bisa merenggut nyawa.
Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut Sudan sebagai salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia saat ini, namun penderitaan mereka masih jarang mendapat perhatian.
Padahal bagi mereka, satu paket makanan bisa menjadi penyelamat hidup.

Hari ini, kita masih punya kesempatan untuk membantu.
Dengan berbagi rezeki, kita bisa menghadirkan makanan bagi keluarga yang sudah terlalu lama menahan lapar.
Jangan biarkan mereka menghadapi kelaparan sendirian.
Mari kirimkan bantuan pangan untuk saudara-saudara kita di Sudan.
Karena bagi mereka, bantuan hari ini bisa berarti kesempatan untuk bertahan hidup esok hari.

![]()
Belum ada Fundraiser