

Musim dingin di Gaza tahun ini sangat ekstrem. Suhu turun hingga 6–8°C, disertai hujan deras dan angin kencang yang menghantam tenda pengungsian. Ribuan keluarga terpaksa bertahan di tenda rapuh akibat hancurnya rumah dan infrastruktur selama perang

Malam menjadi waktu paling berat. Hujan dan angin dingin masuk ke dalam tenda, membuat lantai basah dan tubuh menggigil sepanjang malam. Tanpa selimut, alas tidur, atau pemanas, dingin kini menjadi ancaman nyata bagi nyawa.
Anak-anak dan lansia paling rentan. Banyak dari mereka jatuh sakit akibat paparan dingin, infeksi pernapasan, hingga hipotermia. Setiap malam yang dilewati tanpa perlindungan berarti risiko kehilangan nyawa terus meningkat

Situasi diperparah pengungsian massal dan blokade yang membatasi masuknya bantuan kemanusiaan. Selimut, pakaian hangat, alas tidur, dan pemanas darurat masih sangat kurang, padahal satu bantuan bisa menyelamatkan satu nyawa
“Sedekah itu dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)
Ramadhan di depan mata, bantuanmu benar- benar diharapkan. Apalagi mereka berpuasa di tengah cuaca ekstrem. Setiap sedekah hangat bisa menjadi selimut, pemanas, dan perlindungan bagi anak-anak dan lansia

![]()
Belum ada Fundraiser