

Gencatan senjata seharusnya membawa tenang,
namun di Gaza, yang terdengar justru jeritan kelaparan.
“Kami hanya ingin makan... kami ingin hidup...”
Begitulah suara hati warga Palestina hari ini.
Makanan manusia hampir habis,
hingga mereka terpaksa mengolah pakan hewan menjadi roti.
Mereka memisahkan cacing satu per satu — demi bisa makan sepotong roti kering.
Situasi kerawanan pangan di Gaza kini berada pada titik paling mengerikan.
UNRWA mencatat bahwa lebih dari 54.600 anak di bawah usia enam tahun mengalami malnutrisi akut, dan 12.800 di antaranya sudah masuk kategori wasting parah — kondisi kurang gizi ekstrem yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Hampir satu dari empat anak kini hidup dalam kekurangan gizi serius.
Lebih memilukan lagi, satu dari lima bayi yang lahir di Gaza datang ke dunia dalam kondisi prematur atau dengan berat badan di bawah normal — tanda bahwa krisis kesehatan telah meluas hingga ke generasi baru.

Krisis kelaparan terus berkembang.
Pada akhir September 2025, wilayah Deir el-Balah dan Khan Younis diprediksi akan memasuki Fase 5 IPC, tingkat kelaparan paling parah, di mana 641.000 jiwa terancam kelaparan ekstrem.
Hingga saat ini, kelaparan telah merenggut 459 nyawa, termasuk 154 anak-anak.
Sejak 2024 hingga Agustus 2025, tingkat kerawanan pangan di Gaza tetap berada di 100% — menjadikannya wilayah dengan tingkat kelaparan tertinggi di dunia.

Ketiadaan asupan gizi membuat tubuh anak-anak Palestina melemah drastis. Mereka kehilangan massa tubuh hingga tinggal tulang yang tersisa, berjuang di antara hidup dan mati. Banyak dari mereka tak sempat mendapatkan pertolongan dan akhirnya menyerah pada kondisi yang begitu kejam.
Parahnya lagi kini tempat distribusi makanan berubah menjadi ladang kematian. Setiap antrean jadi penuh kecemasan. Mereka berdiri berjam-jam, menahan lapar, takut ditembak, tapi tetap datang karena tak ada pilihan lain.
Militer Israel berdalih hanya melepaskan tembakan peringatan. Tapi kenyataannya, puluhan nyawa tak kembali ke keluarganya. Yang tersisa hanyalah kesedihan dan rasa kehilangan yang sulit diungkapkan.
Apa yang bisa kita perbuat? Jawabannya, jangan bosan untuk mengirimkan bantuan pangan. Jangan biarkan Israel menikmati semua yang mereka rampas dari Palestina, sementara Palestina mati kelaparan.
Setiap paket pangan yang kita kirimkan, adalah kekuatan bagi mereka yang berjuang mempertahankan tanah suci Palestina.
Insya Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikan sekecil apa pun.
Kirimkan bantuanmu hari ini — karena satu langkah kecilmu bisa menyelamatkan banyak jiwa.
Klik donasi sekarang, bantu Palestina bertahan!
![]()
Belum ada Fundraiser