

Setiap hari para santri di Pondok Al-Barokah harus berjalan jauh menuju hutan hanya untuk mendapatkan air. Dengan membawa jerigen kosong, mereka menyusuri jalan yang terjal dan naik turun demi mencapai satu-satunya sumber air yang bisa digunakan
Perjalanan itu tidaklah mudah. Kaki para santri sering gemetar menahan lelah, namun langkah mereka tetap dilanjutkan. Karena tanpa air, mereka tidak bisa memasak, tidak bisa minum, bahkan tidak bisa berwudhu untuk menjalankan ibadah

Sesampainya di sumber air, para santri masih harus mengantre lama. Air yang keluar hanya sedikit, sehingga jerigen harus diisi satu per satu secara perlahan. Lebih menyedihkan lagi, air yang mereka dapatkan sering kali keruh dan jauh dari kata layak
Di tengah kondisi itu, fasilitas pesantren pun sangat terbatas. Para santri tidur tanpa alas di lantai semen yang dingin, sementara Al-Qur’an dan perlengkapan ibadah yang mereka gunakan sudah usang dan jumlahnya terbatas. Meski begitu, Abah Odi tetap bertahan menjaga Pondok Al-Barokah agar anak-anak di pelosok ini tetap bisa belajar agama.

Padahal sebenarnya harapan itu bukan hal yang mustahil. Dengan adanya sumur air bersih, para santri tidak perlu lagi berjalan jauh ke hutan atau menggunakan air keruh untuk kebutuhan mereka.
Melalui kepedulian kita bersama, para santri Pondok Al-Barokah bisa memiliki akses air bersih yang layak agar mereka bisa belajar dan beribadah dengan lebih tenang tanpa harus mempertaruhkan keselamatan hanya demi setetes air.

![]()
Belum ada Fundraiser