
Jagung yang mungkin dianggap makanan sederhana, bahkan kadang jadi pakan ternak kerap membantu para santri bertahan ditengah keterbatasan.

Bagi sebagian orang, makan daging mungkin hal biasa. Namun bagi para santri dhuafa di pelosok, itu adalah sesuatu yang sangat jarang mereka rasakan. Keterbatasan membuat mereka harus bertahan dengan makanan seadanya setiap hari
Di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Al Mahbud, Sumedang, para santri hidup dalam kondisi serba terbatas. Untuk makan sehari-hari, mereka hanya mengandalkan hasil kebun seperti jagung dan singkong, itupun jika sedang panen

Saat tidak ada panen, mereka terpaksa pergi ke hutan mencari rebung. Jika tidak menemukan apa-apa, mereka hanya makan nasi dengan garam untuk bertahan hidup. Namun di tengah kondisi itu, mereka tetap semangat menghafal Al-Qur’an
Sedekah daging di momen Idul Adha bisa menjadi kebahagiaan sederhana yang sangat berarti bagi mereka. Bukan hanya mengenyangkan, tapi juga memberi kekuatan agar mereka tetap bisa belajar dan menghafal dengan lebih baik.

Jangan biarkan mereka bertahan dalam lapar
Bagi yang belum berkurban, kamu tetap bisa berbagi lewat sedekah daging.
Setiap suapan yang mereka makan, bisa menjadi pahala yang terus mengalir untukmu, bahkan saat kamu sudah tak lagi di dunia.
Yuk, kirim sedekah daging sekarang agar para penghafal Quran bisa makan lebih layak dan tetap kuat menuntut ilmu

![]()
Belum ada Fundraiser