Di tengah upaya penanganan banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, perhatian tidak hanya diberikan kepada manusia, tetapi juga kepada makhluk hidup lain yang turut menjadi korban seperti kucing atau anabul yang kehilangan akses makanan akibat bencana.
Relawan turun langsung menyisir area-area terdampak, mulai dari posko pengungsian hingga lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Dengan penuh kepedulian, relawan membawa pakan kucing dan mengantarkannya satu per satu kepada anabul yang bertahan di sudut-sudut bangunan, bawah kendaraan, hingga sisa-sisa rumah yang terendam banjir.

Kondisi pascabencana membuat banyak kucing kelaparan dan kebingungan. Sebagian kehilangan pemiliknya, sementara yang lain terpisah akibat derasnya arus banjir bandang. Kehadiran relawan menjadi harapan bagi mereka yang tak mampu menyuarakan kebutuhan.
Salah satu relawan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar memberi makan, tetapi juga bentuk tanggung jawab kemanusiaan.
“Dalam bencana, semua makhluk hidup berhak untuk bertahan. Anabul juga merasakan takut dan lapar. Memberi mereka makan adalah bentuk kasih yang sederhana, tapi sangat berarti,” ujarnya.
Penyaluran pakan kucing ini diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan dan keselamatan puluhan anabul selama masa tanggap darurat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sejati tidak memandang siapa yang ditolong, melainkan berangkat dari rasa empati terhadap semua kehidupan.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli






